MANFAAT BIG DATA

 

Apa itu Big Data?

big data

big data

Banyak yang telah mencoba memberikan definisi terhadap big data.

Dari Wikipedia:

Big Data adalah istilah umum untuk segala himpunan data (data set) dalam jumlah yang sangat besar, rumit dan tidak terstruktur sehingga menjadikannya sukar ditangani apabila hanya menggunakan perkakas manajemen basis data biasa atau aplikasi pemroses data tradisional belaka.

Dari Edd Dumbill, 2012:

Big Data adalah data yang melebihi proses kapasitas dari database yang ada. Data tersebut terlalu besar, terlalu cepat atau tidak sesuai dengan struktur arsitektur database yang ada. Untuk mendapatkan nilai dari data, maka harus memilih jalan altenatif untuk memprosesnya.

Dari McKinseyGlobal Institute (MGI):

big data adalah data yang sudah sangat sulit untuk dikoleksi, disimpan, dikelola maupun dianalisa dengan menggunakan sistem database biasa karena volume-nya yang terus berlipat.

 

Mana yang benar? Mana yang salah? , Namun Berdasarkan pengertian para ahli di atas, dapat disimpulkan secara sederhana bahwa Big Data adalah data yang memiliki volume besar sehingga tidak dapat diproses menggunakan alat tradisional biasa dan harus menggunakan cara atau alat baru untuk mendapatkan nilai dari data tersebut.

 

Lalu apa manfaat nya :

Salah satu contoh yang ingin saya kemukakan disini adalah memprediksi pemilu dengan BIG DATA seperti yang di beritakan atau dikemukakan oleh blog dengan alamat :

http://wso2.com/blogs/thesource/2016/03/big-data-and-politics-how-the-internet-sees-the-us-election/ .

dalam berita tersebut telah memprediksi hasil pemilihan umum presiden amerika serikat dengan BIG DATA. Berita tersebut di tulis sekitar bulan maret 2016 atau sekitar 6 bulan sebelumnya dari pelakasanaan pemilihan umum presiden amerika serikat di prediksikan Donald trump yang akan memenangkan pemilihan. Seperti pada gambar di bawah ini.

GRAFIK DATA prediksi pemilihan presiden amerika

GRAFIK DATA prediksi pemilihan presiden amerika

Dengan semakin banyaknya pengguna internet dan dalam berselancar diketahui kecenderungan perilakunya, maka ada kemungkinan hasil pemilu dapat diketahui hasilnya sebelum pemilu diadakan.

 

Jumlah data setiap oarng diinternet dapat dilihat dalam htungan detik dan benar-benar mengejutkan, dan iangka inipun terus tumbuh. Dengan perkiraan bahwa lalu lintas data di internet secara global tahunan akan melewati batas zetabyte pada akhir 2016. Zetabyte itu artinya satu triliun gigabyte (GB) dari data. Jadi kira-kira 134GB untuk setiap pria, wanita dan anak yang sudah terkoneksi ini !

Setiap orang diatas itu memiliki kecenderungan dan perilaku yang merupakan manifestasi pilihan politiknya. Web apa saja yang dibacanya, status FBnya, cuitan twitternya dan juga gambar-gambar yang diposting di Instagramnyapun merupakan manifestasi pilihan politik. Bahkan termasuk untuk tidak memilih.

Coba perhatikan iklan disebelah kanan sewaktu akses FB, Google, dll. Setiap orang iklannya beda, karena mereka tahu perilakumu selama ini.

Dengan berbagai tehnik analisa, termasuk neural network dan artificial intelligent (kecerdasan buatan) maka dapat ditebak siapa yang akan menjadi pilihannya.

 

Lalu bagaimana dengan pemilu di negara tercinta Indonesia? apakah bisa diprediksi juga siapa pemenangnya? atau mungkin bisa juga bukan siapa pemenangnya tapi prediksi publik figure siapa yang tepat untuk bisa memenangkan pemilu. saya harap pertanyaan ini bisa terjawab oleh anda anda sebagai master master bussiness intelligence.

semangat.

 

1 Comment

Leave us a Comment

logged inYou must be to post a comment.